Kamis, 15 Desember 2011

Singapura -lagi-



Kedua kalinya ke Singapura, gw masih terkagum-kagum dengan negara ini. Masih kagum dengan multikultural'nya, masiiiih bengong dengan fasilitas transportasi'nya. Masih tercengang dengan bandara'nya. Dan masih terkaget-kaget dengan kedisiplinan masyarakat'nya.

Saat pertama-tama gw 'ngebet' pingin balik ke Singapura, beberapa teman menyatakan "Koq bisa sih? disana khan nggak ada apa-apa." "Disana semuanya serba mahal." "Palingan juga karena kemarin nggak sempat kemana-mana, sekali lagi kesana, pasti bosen deh."

Kenyataannya, gw belum bosen tuh. Kalau masih ada kesempatan, gw mau banget balik ke Singapura lagi. Alasannya sih gw sendiri juga nggak tahu kenapa. Disana memang serba mahal, jangankan shopping, makan pun bisa dibilang mahal. Baju-baju di mall yang ada disana, jelas nggak terjangkau buat gw. Pemandangan alam? jelas Indonesia lebih keren. Tapi entah kenapa, ada daya tarik tersendiri yang membuat gw pingin balik kesana lagi.

Transportasi utama di Singapura, adalah MRT. Kereta yang menghubungkan setiap bagian Singapura, dari ujung ke ujung. Nyaman, cepat, praktis, relatif 'murah', dan aman. Objek wisata disini, semua adalah wisata buatan dengan efek yang canggih. Mungkin, karena merupakan negara kecil dan sumber daya yang terbatas, mereka tidak mungkin menyajikan wisata alam seperti yang bertebaran di Indonesia.

Hanya saja, mereka cukup pandai untuk memanfaatkan kelebihan mereka sebagai daya tarik wisata. Pada umumnya, wisatawan Indonesia yang datang ke Singapura, datang untuk wisata belanja. Brand-brand ternama yang tidak bisa kita dapatkan di Indonesia, bertebaran disana dengan harga yang sedikit miring katanya. Kelebihan lain dari Singapura adalah tekhnologi'nya, rasanya nggak berlebihan kalau dibilang dalam hal tekhnologi, mereka beberapa langkah lebih maju.

Dan mereka cukup pandai memanfaatkan tekhnologi tersebut untuk membuat atraksi yang -lagi-lagi- akan menarik wisatawan. Singapore Flyer, kincir raksasa yang diklaim sebagai kincir tertinggi di dunia. G-max, dimana kita akan dilemparkan ke atas dalam posisi duduk di sebuah kapsul terbuka yang pastinya akan membuat adrenalin terpacu. Belum lagi pertunjukan laser dan efek yang canggih seperti song of the sea, crane dance, dll. Yang terbaru, bahkan kita dapat mencoba merasakan gravitasi 0 dengan wahana iFly di Sentosa.

Dengan kepandaian mereka memanfaatkan apa yang mereka miliki, tidak heran mereka mampu menyedot wisatawan lebih dari yang kita lakukan. Bahkan pendapatan tertinggi wisatawan asing mereka per tahun, berasal dari wisatawan Indonesia. Padahal kita memiliki jauh lebih banyak daripada Singapura, kita hanya belum tahu bagaimana mengolah dan memanfaatkannya.