Rabu, 25 April 2012

Onomatope


Di timeline twitter hari ini, tiba-tiba muncul pertanyaan kenapa senjata di luar negeri bunyinya 'bang bang' sedang di Indonesia bunyinya 'dor dor'. Menarik, secara gw sering penasaran dengan hal-hal nggak penting kaya gini. Hal ini disebut dengan onomatope/ onomatopoeia. Artinya kurang lebih tiruan suara atau bunyi.

Lalu, kenapa bisa berbeda antara satu negara dengan negara yang lain? Menurut analisis gw sendiri, perbedaan itu karena adanya perbedaan bahasa, logat dan dialek. Dengan perbedaan bahasa, berbeda pula cara pengucapan tiap abjad yang ada. Misalnya, huruf 'k' dalam bahasa Indonesia dibaca sebagai 'ka', sedangkan dalam bahasa Inggria, dibaca 'kei'. Otomatis, hal ini berpengaruh juga pada pendengaran masing-masing orang. Istilah gampangnya 'telinganya beda'.
.
Menarik untuk mencari tahu pengucapan beberapa bunyi yang berbeda-beda di negara-negara tertentu. Beberapa terdengar lucu, beberapa tak masuk akal, sementara yang lain terdengar wajar.

Beberapa contohnya:
Suara anjing dalam bahasa Inggris: 'woof woof', dalam bahasa Indonesia: "guk guk", dalam bahasa Jepang: 'wan wan'.
Suara bebek dalam bahasa Inggris: 'quack quack', dalam bahasa Indonesia: 'kwek kwek, dalam bahasa Jepang: 'ga ga'.
Suara senapan dalam bahasa Inggris: 'bang bang', dalam bahasa Indonesia: 'dor dor', dalam bahasa Belanda: 'dur dur'.
Suara ayam dalam bahasa Inggris: 'cock a doodlee doo', dalam bahasa Indonesia: 'kukuruyuk'.

Masih banyak contoh lainnya yang mungkin terdengar sedikit aneh. Yang masih penasaran silahkan googling sendiri.

Selasa, 10 April 2012

[Android Game] Where is my water

WHERE'S MY WATER IS THE HIT DISNEY APP! NOW WITH OVER 160 LEVELS!
SWAMPY’S STORY
Swampy the Alligator lives in the sewers under the city. He is a little different from the other alligators — he’s curious, friendly, and loves taking a nice long shower after a hard day at work. The other alligators have damaged his plumbing and disrupted the water flow. Help Swampy by guiding water to his shower! In Swampy’s Story, play eight themed chapters over 160 levels. Collect Swampy’s ducks and shower items to unlock new puzzles and bonus levels. FREE levels are added to Swampy’s Story regularly!
MEET CRANKY!
Cranky is the toughest alligator around and he has worked up an appetite from sabotaging Swampy’s water supply. He eats anything, especially all the rotting and disgusting junk found in the dumps and sewers. Cranky will not eat vegetables however, and now his food is covered with vegetable-like algae. Use the dirty purple water to clean off Cranky’s plate so he can eat!
Where’s My Water? is a challenging physics-based puzzler complete with vibrant graphics, intuitive controls, and a sensational soundtrack. To be successful, you need to be clever and keep an eye out for algae, toxic ooze, triggers, and traps.
• TWO STORIES — TWO SEPARATE GAMES — MORE THAN 200 TOTAL PUZZLES — FREE UPDATES TO SWAMPY’S STORY!
Swampy’s Story
The fun is just beginning. The story of Swampy unfolds as you play. Swampy’s cute, he’s funny, he just wants to take a shower with his beloved rubber ducky. In Swampy’s Story, play seven themed chapters over 140 levels. Collect Swampy’s ducks and shower items to unlock new puzzles and bonus levels. FREE levels are added to Swampy’s Story regularly!
Cranky’s Story
Cranky is the toughest alligator around and so are his puzzles! Play the first two chapters across 40 levels and test your puzzle solving skills with Cranky’s Challenge. Cranky’s Challenge is a game within a game. Four unique puzzles packs with 16 total levels for the most-skilled puzzle solvers. Humorous story moments and richly-detailed graphics bring this subterranean world to life! Check for updates often.
• AMAZING LIFELIKE FLUID PHYSICS
Go with the flow! Swipe, slosh, and splash to guide fresh water, dirty water, and ooze through increasingly challenging scenarios.
• COLLECTIBLES, CHALLENGES, AND BONUS LEVELS
Collect Swampy’s shower items and complete Cranky’s Challenge to unlock bonus levels. “Tri-Duck” each chapter and tap around for secret levels and even more surprises! Visit www.facebook.com/WheresMyWater for more hints, tips and secrets.
Every drop counts in Where’s My Water? — A refreshing puzzler filled with good clean gaming fun!

Download Link

edit: update link

Budget traveler itu kasihan?


Hari ini, di twitter ada yang tanya kepada seorang travel writer “bagaimana kita harus menyikapi kalau ada yang berpendapat budget traveler itu ‘kasian’”. Gw sendiri jadi gatal pingin berkomentar meski bukan gw yang ditanya. Jadi, di sinilah gw mau menumpahkan uneg-uneg.

Sebenarnya, menurut gw pribadi sih, budget traveler bukanlah orang yang patut dikasihani. Baik budget traveler karena emang pelit, emang dia pinginnya begitu, atau emang karena ga punya duit. Percaya deh, traveling hemat itu bakal dapat pengalaman jauh lebih banyak. Dan itu yang bikin kita lbih ‘kaya’.

Kita bisa lebih berbaur lebih baik dengan masyarakat sekitar, maupun dengan traveler lain. Dan hal ini akan banyak membawa pengalaman dan petualangan baru. Traveling hanya sekedar ‘melihat’ tempat tujuan malah sama sekali nggak berkesan buat gw.

Contohnya, pernah nih waktu di Penang, seharian ambil city tour. Dan seperti biasa, jadwal tour dikemas padat. Hasilnya, baru setahun tapi ga ada kesan yang nempel di gw. Bahkan gw sudah lupa waktu itu kemana aja. 

Pernah waktu di Changi, gw ketemu serombongan oom dan tante asal yang kesulitan cari jalan keluar. Ternyata, karena baru sekali ini pergi sendiri. Biasa sih dengan rombongan tur, jadi tahu-tahu sampai di tujuan.

Saudara yang pernah pergi ke Korea, waktu ditanya kesannya cuma “Dingin, khan pas salju.” Jauh-jauh ke Korea cuma dapat kesan salju itu dingin? Ternyata disana cuma keliling mall-hotel-tempat wisata dengan jadwal padat ala tur mahal.

Seorang teman yang pernah ke Singapore berkali-kali bilang bosan karena cuma itu-itu aja isinya. Ternyata dia belum pernah merasakan enaknya chestnut panggang di Chinatown, serunya beli Turkish ice cream di Clarke Quay, atau hampir tepar kecapekan karena kebanyakan jalan dan tersesat di stasiun MRT. Soalnya semua serba terjamin dengan tinggal di hotel mewah di Orchard, kemana-mana naik taxi, makan di mall atau di restoran mahal.

Seorang blogger asal Singapore yang pernah beberapa kali ke Thailand, ternyata belum pernah nyobain nikmatnya street food di Bangkok atau Phuket, atau bahkan sekedar melihat Khaosan road.. Trus ngapain aja di Thailand? Keliling tempat wisata, mall, dan hotel. Sudah, itu aja.

Seorang teman yang membuat program tur murah, 1,25jt belum include tiket pesawat untuk 3 hari 2 malam, tempat tujuannya cuma wat arun, reclining Budha, dan pattaya dengan hari efektif cuma sehari aja. Dengan jumlah uang yang sama, gw dulu di Bangkok 3 malam, makan sampai kekenyangan tiap hari, dan belanja. Kok bisa? Karena gw tidur di hotel murah, makan murah, dan kemana-mana naik bus atau jalan kaki.

Padahal  menurut gw, street food Thailand enak, murah dan top banget. Mulai sosis (nggak halal) gedhe seharga 10 bath, barbeque cumi-cumi saos pedas 25 bath, crab stick super gedhe 10 bath, dan banyak lagi. Gw bahkan sudah nemu penjual thai tea super enak di Bangla road Phuket karena nggak sengaja lewat pas kehausan karena kebanyakan jalan. Juga dapat sandal jepit doraemon yang enak dipake, cute dan murah di 7-11 yang nyelip di tengah-tengah Khaosan Road.

Bukan cuma itu, karena budget traveling ke Semarang, gw jadi tahu kalau ada kereta  api bisa berhenti di tengah sawah karena penumpangnya mau turun. Rasanya persis kaya naik angkot. Atau waktu gw naik motor main ke Jogja, gw jadi mendapati di salah satu gerai bakpia harganya beda antara bermobil, bermotor, dan berbecak. Sekedar informasi, bermotor dapat harga paling murah. dan waktu ke Jogja berikutnya naik kereta, otomatis gw harus sering jalan kaki, karena itu gw mendapati banyak yang menyewakan jasa charge handphone seharga 2000 rupiah di pinggir jalan. Kreatif juga caranya cari duit.

Jadi, kalau kebetulan kamu seorang budget traveler, ga usah dipikirin apa kata orang. Yang penting sih kamu senang, nyaman, bisa menikmati, ya sudah. Toh masing-masing cara traveling ada keuntungan dan kerugiannya sendiri.